Ah, saya baru nyadar.
Kenapa orang-orang suka invite pin dan transaksi pake BBM.
Karena bisa hit and run.

Pembeli: Pesen barang pre-order, udah dipesenin, tapi udah belum bayar. Dan kabur..
Penjual: jual barang. Pembeli transfer. Dan kabur.

Kabur? Iyap. Istilahnya adalah delcon ato DC. Tidak ada jejak yg bisa digali, kalo lupa discreenshot. (Kecuali udah melakukan pencatatan tiap transaksi)
Makanya saya agak jarang pake BBM.

Semoga seller lainnya ga kena kejadian buruk seperti saya. Aamiin..🙂

View on Path

Bubur sumsum. Seribu sebungkus..

View on Path

Wedang jahe gula batu..

View on Path

Pemandangan di salah satu warung di jogja.
Bisa membeli, bisa menghabiskan dong!
Jangan mentang-mentang bisa bayar dan bebas mau makan atau tidak. Sudah tau porsinya banyak, ya harus dihabiskan, jangan disisakan!
Banyak orang ga bisa makan, ini malah makan disisakan.

Stop wasting food!
Eat what you order!

Semoga saya dan sodara-sodara saya yang membaca tidak suka menyisakan makanannya.

*jok, bangun jok..*

View on Path

Saya heran, kenapa di prambanan (dan candi lainnya juga yg pake tiket), harga tiketnya beda ya?
Dan selisihnya jauh banget..
Wisatawan lokal hanya 30rb perorang, dan wisatawan mancanegara 234rb perorang.
Teman saya sampe kaget, ‘wuah, mahalnya…’. Padahal hanya beda pintu masuk, dan pas kami masuk juga ga ditanyai passport atau KTP.
Saya sendiri waktu ke negara dia harga tiketnya sama. Masuk dari pintu yang sama. Dan juga nggak ditanyai identitas saya. Padahal waktu itu jelas-jelas saya paling ganteng karena paling cling sendiri itemnya.
Saya nggak tau dengan negara-negara tetangga lainnya. Apakah dikenakan tarif yang sama atau tarif yang beda. Dan kalo yang saya baca, sama aja tarifnya. Kenapa di (Jawa) sini harga tiketnya harus beda ya?
Kenapa eh kenapa harga tiketnya beda? *pake liriknya bang oma irama*

View on Path

Jogja – Paris – Bali – Padang.
Sepintas mungkin rute terjauh. Dari jogja, ke paris, atau ke Bali dan ke Padang.
Tapi sebenarnya adalah curahan hati supir dan pemilik bus.
Tetiba saya ingat, ketika ke rumah saudara saya di sewon timbulharjo bantul. Harus naik ini jika ingin berkunjung ke sana, dan juga pernah nungguin bus ini lama dari pertigaan desa tembi bersama bapak dan ibu dari bantul mau ke jogja..
Dulu penumpangnya rame..
Berangkat subuh – pulang isya (katanya).
Sekarang sih penambahan rute Bali Padang alias Pulang Cepat.
Kalah bersaing dengan moda transportasi yang lebih cepat dan nyaman, sepeda motor dan mobil pribadi.

View on Path

Arab joke:
Sebuah gedung pencakar langit di Dubai, terbakar hebat di malam tahun baru kemarin. Setelah 3 jam lebih dilalap api akhirnya api berhasil dipadamkan.
Seorang turis Amerika yang malam itu sedang berada disana untuk menikmati tahun baru di Burj Khalifa berkata kepada temannya yang orang Arab,
“Well Syed Jamal, negara anda memang hebat. Gedung hotel Address ini betul-betul kuat yah? Sudah tiga jam terbakar tapi tetap berdiri kokoh. Di negara saya gedung WTC yg dulu ditabrak pesawat teroris langsung roboh kurang dari dua jam dengan semua besi pondasinya lumer karena panasnya pesawat yang terbakar.”
Si teman yang Arab bilang, “Ya Mr. Jhonson. Sejak kejadian WTC di negara anda waktu itu dan peristiwa teroris lainnya, kami belajar dan memahami bahwa kami harus memakai bahan spesial yang tahan panas dan tahan ledakan untuk gedung-gedung pencakar langit kami.”
Setengat takjub Mr. Johnson bertanya, “Oh yah…? Apakah bahan istimewa yang tahan api dan ledakan itu…?”
“Paspor negara-negara Arab.” Jawab Syed Jamal.

View on Path