Mereka Bernama Depok

Pada suatu malam yang cerah, saya bertandang ke kost teman wanita saya. bukan teman wanita special, melainkan hanyalah teman wanita mantan teman wanita saya yang sekarang jadi teman, dan merupakan teman saya waktu SMA. dalam kost tersebut terdapat pula teman-teman saya waktu SMA. tapi saya kurang begitu mengenal mereka.

sebagai seorang pria yang berkunjung ke tempat seorang wanita, tentunya harus memiliki tata krama atau unggah ungguh dalam bertamu. salah satunya adalah tidak bertamu lewat dari jam malam. saya tidak tahu jam berapa jam malam di Jogja, apalagi di jalan kaliurang yang notabene jam malamnya bukan jam malam biasa. harap maklum, hingga pukul sebelas malam, jalan kaliurang masih ramai, dan banyak kendaraan lalu lalang.untung di depan kostnya terdapat masjid. jadi paling tidak ada sebuah jam dalam arti yang bukan sesungguhnya. hanya sebagai pengingat.

jam malam hampir tiba. dan ketika hendak melangkahkan kaki pergi, muncul seorang cewek masuk ke dalam kost teman saya tersebut.

“lho Djok, ngopo kowe mrene?”, seorang wanita menyapa saya dengan panggilan “DJok”. FYI, Djok itu merupakan panggilan beken saya di kampus.

tak disangka, teman yang memanggil saya itu bernama DEPIK.

tapi, bukan itu inti cerita yang akan saya ceritakan.

hari ini (25 april 2009), saya secara tidak sengaja diajak teman-teman untuk bertamasya pergi ke sebuah pantai yang cukup terkenal di Jogjakarta, karena bersebelahan di pantai yang juga terkenal di Jogjakarta. entah kenapa, saya tiba-tiba ada di dalam rombongan motor, padahal saya tidak mengiyakan dan juga tidak menolak.

perjalanan berlangsung khidmat, lantaran pengendara motor, yang juga teman saya yang pintar itu, areng bara, memilih untuk berkendara dengan santai dan pelan. tetapi, mendekati pukul 15.00, sang pemimpin rombongan, sebut saja Udith, dan pemboncengnya, sebut saja kribo, mengajak untuk lebih cepat lantaran merasa lama dan pegal karena terlalu lamban dalam berkendara

ngueengg,,,, (seperti kapal terbang saja)

Areng Bara pun mempercepat laju kendaraannya. sementara saya duduk manis dan waspada sebagai navigator bagi dia, seperti seorang navigator pembalap rally, yang menunjukkan kapan dia harus belok.

akhirnya, sampailah kami disebuah pintu masuk pantai. menunggu lama, karena beberapa orang teman kami belum datang. 4 orang wanita, yang kebetulan rumahnya agak dekat dengan pantai yang kami tuju.

sembari menunggu, terjadi diskusi kecil diantara pria-pria yang ada dalam rombongan, termasuk saya yang tidak sengaja ikut.

“wah, kita dekat kampus.”, ujar teman saya memulai.

lho, kok iso?” tanya teman saya yang lain.

“lha iyo, awake dewe kan di depok. cerak kampus.”

“wah, dadi Jere iku anak pantai yo. kan dari depok.”

ternyata, mereka bernama depok, nama yang terkenal hingga ada beberapa tempat yang memiliki nama yang sama.

trus, apa keunggulan dari tempat yang bernama Pantai Depok ini dibanding Depok yang lain?

  • ada pasirnya
  • ada airnya
  • airnya asin
  • ada anginnya
  • anginya sedikit lembab
  • udaranya panas
  • kalo siang menyengat.
  • ada yang maen layang-layang
  • ada yang maen air
  • ada yang jualan
  • dan terakhir, ada yang mau masak ikan yang dipajang. trus kita diperbolehkan makan ikan yang sudah kita pesan dan di masak mereka.

hebat to?

One response to “Mereka Bernama Depok

  1. cerita yang aneh….

    =.= wakakaka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s