Selamat Berpuasa

Niat ingsun puasa

tutuko sedino sesuk

anekani ferdhune wulan romadlon

krana Allah Ta’ala

hari pertama ramadhan di Sebuah Kampung Nun jauh dari Malang, begitu terkesan di hati saya. seakan menanti sebuah hadiah besar yang akan diberikan satu persatu, masjid yang biasanya diisi oleh kurang dari 12 orang makmum pada saat sholat Isya, kemaren terisi penuh hingga jamaah pria tak kebagian tempat. sholat Isya dan dilanjutkan terawih sungguh dilakukan bersama-sama dengan khusyuk. Bahkan, anak-anak dan remaja kampung –yang biasanya meramaikan masjid- pun ikut khusyuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah.

salah satu yang membuat terkesan adalah pertama kalinya saya mengikuti terawih dengan 23 rakaat penuh setelah selama 5 tahun absen tarawih 23 rakaat (maksudnya, terawih hanya 11 rakaat dengan witir). hufh,, serasa olahraga.

esok pagi waktu sahur, alhamdulillah bisa bangun lebih awal untuk membangungkan teman2 yang lain. meski entah mereka terbangun atau tidak, tapi sepertinya saya bangun lebih awal. sepertinya saya bangun terlalu dini, karena waktu masih menunjukkan waktu pukul 2.00. tapi, tidak mengapa lantaran sahur bersama-sama memberikan suasana yang berbeda dimana sahur menjadi lebih ramai daripada biasanya.

siangnya, suasana terasa sepi (mamring). itu karena dusun nogosari sedang dilanda kegelapan yang mencekam. tapi, jangan berpikir negatif dahulu, kegelapan yang mencekam terjadi manakala saya sedang di kamar mandi setor hajat. maklum, lubang udara kamar mandi hanya satu (selain pintu) dan diterangi oleh lampu yang terangnya bukan main. terasa gelap gulita dan sepi lantaran pompa air juga turut berhenti menyuplai air. bahkan, ruang kumpul pun terasa sepi lantaran semua turut bersedih akibat kegelapan yang mencekam (baca : tidur).

pindah ke dusun lain, ternyata suasana sama saja dimana kegelapan (akhirnya dibaca : mati lampu) turut melanda. jadilah kegiatan mengungsi untuk menghabiskan waktu hanya berlangsung sebentar. selebihnya, kegiata mengungsi dihentikan dan saya pun berpindah ke dusun asal, Nogosari 2 untuk tidur melepas lelah…

ah,, berlanjut hingga ashar tiba. sesuai dengan keinginan teman, saya beserta teman sub unit membantu melakukan penghijauan (menanam pohon + 15 pohon untuk 3 wilayah??).

dan akhirnya, waktu untuk berbuka puasa pun tiba. tapi, hari pertama berbuka puasa di negeri orang malah berbuka di negeri tetangga orang. karena keinginan untuk membeli kurma untuk dibagikan ke teman2 KKN begitu kuat, menjadikan saya dan satu orang teman yang berkorban rela untuk berbuka puasa ditemani dengan kolak dingin dan tempe-bakwan goreng.

selamat berpuasa buat sederek yang ikut membaca postingan ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s