Konsumen itu Raja Tau!

sebenarnya sih saya tidak ingin menulis sebuah cerita pendek. tetapi entah karena sedikit emosi(onal) saya memberanikan diri untuk menulis ini. entah ini benar, salah, keliru, lurus, ato bodoh, yang penting saya sudah menyampaikan apa yang menjadi hak saya. (bebas berpendapat syalala).

malam ini, abis terawih saya menyempatkan diri untuk ke warnet sebentar. biasa, tiba-tiba terpikirkan suatu ide tolol setolol-tololnya yang baca dan nulis blog ini (apa sih?). saya terpikirkan suatu rencana untuk memanfaatkan rencana di esok sore. rencana apa sih? rahasia donk. ntar ada pihak yang mencuri rencana saya, dan akhirnya saya yang ditangkap karena merupakan pemilik ide tersebut. lha, sebahaya itukah?? hahaha,, tuh, sudah mulai ngaconya.

balik lagi mau nulis yang tadi…

masuk ke warnet, warnet ini udah antri. tidak ada pemandangan yang menyenangkan dari tergeletaknya koran2 diatas meja. ‘koran hari ini, belum sempat baca nih, lumayan dapat info baru’ pikir saya saat itu. sebenarnya saya jarang baca koran. kecuali ada koran di depan tubuh saya, pasti saya baca. entah itu lama, baru, atau malah sekedar bungkus buku tulis dari toko. ada tiga orang yang antri, berarti saya orang yang ke empat. cukup lama menunggu. tapi, lantaran ada koran, jadi ya tak terasa lamanya.

satu persatu pengantri mendapatkan jatah komputer. tinggal saya yang beberapa menit sebelum kepergian saya menuju bilik datang beberapa orang wanita. saya kira tujuannya sama dengan saya. ngenet! (tentu saja dodol, masak mw pergi sama kamu???)

dan tibalah giliran saya untuk berpindah ke komputer yang kosong. pada saat itu, ada 3 orang perempuan (sekarang saya sebut perempuan, karena terlihat masih anak2. paling nggak, terlihat aku yang paling tua. syalalalla..) yang menunggu giliran untuk membayar. ada 3 tempat yang ditinggalkan, yaitu nomer 5, 8, dan 15. masing-masing dari komputer (seharusnya bilik)  memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. untuk bilik nomer kecil (kurang dari 11), layar komputer masih menggunakan CRT 17″. hari gini warnet masih CRT? gpp, yang penting kecepatan akses internet cukup bagus dan mumpuni. sedangkan sisanya adalah bilik dengan layar LCD (berapa inch ya?).

dan bagaimana dengan saya? seperti yang (mungkin) sudah anda tebak, saya memperoleh bilik dengan nomer kecil. sedikit kecewa karena tidak bisa mendapatkan bilik dengan nomer besar. ini lantaran operator yang sedikit menyebalkan memaksa saya mengambil nomer kecil. tidak memaksa sih, tapi sedikit terlihat memaksa dan akhirnya juga terpaksa.

sial banget. bahkan untuk ngetik aja susah!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s